Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Rebound 5,65% ke 5.278, Danantara Siap Borong Saham BUMN

IHSG Rebound Tajam 5,65%

Setelah dua hari tekanan jual berat — anjlok 11,57% pada Jumat (16/10) dan kembali turun 3,64% ke 4.996,61 pada Senin (19/10) — pasar saham Indonesia akhirnya bangkit. Selasa (20/10), IHSG melesat 282,28 poin atau 5,65% ke level 5.278,89, dengan volume 568 juta lot dan nilai transaksi Rp26,5 triliun.

Meski indeks meroket, investor asing masih tercatat net outflow Rp2,21 triliun di seluruh pasar. Artinya, kebangkitan kali ini lebih banyak ditopang sentimen domestik dan langkah-langkah regulator.

BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Sebagai respons langsung terhadap konsultasi MSCI yang membuka kemungkinan penurunan status Indonesia dari Emerging ke Standalone Market, Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa seluruh saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Saat ini bobot saham HSC mencapai sekitar 18% dari indeks.

Saham-saham tersebut tidak akan di-delisting dan tetap bisa diperdagangkan, serta dapat kembali masuk perhitungan IHSG jika sudah keluar dari daftar HSC. Konsultasi MSCI sendiri masih berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Danantara Siap Borong Saham BUMN

Saham-saham pelat merah kompak menguat di hari yang sama. Sebanyak 20 saham BUMN dan anak usahanya ditutup di zona hijau. Kenaikan terbesar dicatatkan PGEO (+19,28%), TLKM (+16,38%), dan WTON (+11,86%). Di sektor perbankan, BBRI naik 9,84%, BMRI menguat 9,82%, dan BBNI naik 8,78%.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan Danantara siap menambah kepemilikan di saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menambahkan bahwa pelemahan harga saham bank yang kini berada di bawah rasio price-to-book value 1 kali justru membuka peluang investasi jangka panjang yang menarik.

Sejumlah emiten konglomerat juga mengumumkan program buyback saham dengan total anggaran hingga Rp4,6 triliun, meliputi BRPT, TPIA, BREN, CUAN, DSSA, dan PBSA.

Menanti Keputusan BI

Perhatian pelaku pasar kini beralih ke Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu (21/10). Dari 13 institusi yang disurvei, 10 responden memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 6,00%.

Jika terwujud, itu akan menjadi kenaikan pertama setelah BI mempertahankan bunga di level 5,75% selama tiga bulan berturut-turut.

Catatan

Keberhasilan rebound IHSG 5,65% menunjukkan pasar mulai menemukan jangkar. Namun, sebelum mengambil keputusan investasi, penting untuk memahami bahwa pengumuman MSCI belum final. Konsultasi masih terbuka hingga April 2027.

Investor yang sudah terlanjur menjual di bawah fundamental — terutama di sektor bank dan BUMN yang kini diperkuat oleh program buyback dan dukungan Danantara — sebaiknya tidak panik. Kenaikan tajam di level bawah seringkali menandakan bahwa harga sudah melewati titik wajar.

Bagi investor yang belum masuk, level 5.000–5.300 bisa menjadi area yang layak dipantau, dengan catatan memperhatikan arah keputusan BI dan respons investor asing ke depan.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen tertentu.



Previous Post
Meta Luncurkan Muse Wonder: AI Frontier untuk Tugas Agentic
Next Post
Peretas Eksploitasi Loba MFA: Mengapa Ransomware Kembali Menyerang Periphery Korporasi