IHSG ditutup menguat 0,31% di level 5.282,31 pada perdagangan Rabu 28 Oktober 2026, naik 16,18 poin dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 31,54 miliar saham dengan frekuensi 1,54 juta transaksi — total nilai Rp15,88 triliun.
Namun di balik angka itu, Oktober 2026 jadi bulan yang bergejolak. Dalam dua minggu, IHSG sempat anjlok dari sekitar 6.031 ke 4.900 sebelum memantul. Sentimen asing jadi sorotan: jual bersih investor asing tercatat Rp8 triliun di pekan ketiga Oktober, sementara aksi buyback emiten dan peran Danantara dinilai ikut menopang indeks.
OJK merespons dinamika tersebut dengan tiga langkah strategis:
- Transparansi — penguatan mekanisme keterbukaan informasi emiten dan pengendalian likuiditas di pasar sekunder.
- Integritas — penegakan aturan perdagangan manipulasi harga dan penguatan sanksi bagi pelanggar.
- Daya saing global — reformasi tata kelola agar pasar modal Indonesia lebih menarik bagi investor luar.
Bagi investor ritel, sinyal ini penting: volatilitas ekstrem di bulan Oktober bukan anomali, melainkan efek dominasi asing yang bisa tiba-tiba berbalik. Strategi value investing tetap relevan — jangan kejar “saham Ferrari” saat pasar panik. Fokus ke emiten blue chip dengan fundamental kuat, dan gunakan posisi cash untuk masuk bertahap di level support yang sudah ditest.
Data 28 Oktober menunjukkan pulih, bukan reversal. Tunggu konfirmasi mingguan berikutnya sebelum menambah posisi.