Pasar modal Indonesia ditutup merah pekat di awal November. Per data BEI, IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,28 pada penutupan Selasa (3/11/2026), membuat kapitalisasi pasar susut menjadi Rp 8.655 triliun. Dalam satu hari, investor asing melepas saham senilai Rp 575,01 miliar — tekanan jual yang memperpanjang siklus keluar dana asing.
Analisis berbagai sumber, tekanan ini datang dari kombinasi tiga faktor: pelemahan rupiah, arus keluar dana asing yang konsisten sejak Oktober, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi global di tengah ketegangan perdagangan. Koreksi 3% dalam hitungan hari membuat level 5.000 tembus ke bawah — sebuah patahan psikologis penting.
Untuk jangka pendek, traders union menilai ketahanan di atas 5.000 jadi kunci stabilisasi. Dengan indeks kini di 4.904, fokus bergeser ke level support 4.800-4.850. Jika terpecah, tekanan bisa berlanjut.
Sebagai pengingat dari pengalaman Juni 2026: koreksi tajam semacam ini biasanya disertai volatilitas tinggi, bukan sinyal fundamental. Investor value dengan horizon panjang tak perlu panik, tapi wajib waspada — capital preservation dulu, baru cari entry yang benar-benar murah.