Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Anjlok 3,28% Sepanjang Pekan, Aksi Jual Asing dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Sepanjang pekan 28 September hingga 2 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus 3,28% secara point-to-point, menutup di level 6.036,888. Penurunan ini lebih dalam dibanding pekan sebelumnya yang melemah 3,09%. Kapitalisasi pasar ikut turun 2,55% dari Rp10.905 triliun menjadi Rp10.627 triliun.

Yang menarik, aktivitas transaksi justru membesar. Rata-rata volume harian melonjak 72,51% menjadi 50,37 miliar saham, naik dari 29,20 miliar saham di pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40% menjadi Rp12,63 triliun. Volume besar ini didominasi aksi jual, terutama oleh investor asing.

Saham GOTO tercatat sebagai penyumbang terbesar net sell asing pekan ini, berdasarkan data yang dilaporkan Bloomberg Technoz dan Investor Trust. Indeks LQ45 juga terkoreksi 4,13%, lebih dalam dari LQ45 pekan sebelumnya yang turun 3%.

Dari sisi makro, tekanan datang dari beberapa arah. Harga minyak Brent naik 1,28% menjadi US$103,55 per barel dan WTI melonjak 2,75% ke US$92,91, dipicu ketegangan geopolitik AS-Iran serta penangguhan ekspor bahan bakar oleh China. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 1,22% ke 5,246%, memberi ruang teknikal rebound.

Probabilitas The Fed menaikkan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan 28 Oktober menyusut menjadi 28,2%, turun dari 68,6% pekan sebelumnya, menurut data CME FedWatch. Rupiah tertahan di kisaran Rp17.966 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000, sementara inflasi September naik ke 3,28% dari 3,19% pada Agustus.

Untuk investor, pekan ini adalah pengingat: volume besar bukan selalu sinyal positif. Ketika didorong oleh foreign selling dan sentimen geopolitik, lonjakan volume justru menandakan distribusi, bukan akumulasi. Jaga rasio risiko, hindari kejar harga, dan tunggu konfirmasi arah sebelum menambah posisi.



Previous Post
GPT-6 Sol vs Claude Opus 5.5: Perang Harga, Seruan Perlambatan, dan Efisiensi
Next Post
Nvidia Beli Hugging Face Rp 205 Triliun — AI Terbuka Masuk Naungan Raja Chip