Pada perdagangan Senin (12/10/2026), IHSG ditutup melemah signifikan 157,61 poin atau 2,59% ke level 5.936. Sektor energi menjadi penyumbang pelemahan terbesar dengan penurunan 5,88%, disusul sektor-sektor lainnya yang turut tertekan.
Prediksi Koreksi Lanjut
Berdasarkan analisa teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan range support-resistance di 5.840-6.000. Target support terdekat berada di level 5.850.
Strategi Jangka Pendek
Menurut BRI Danareksa, jika IHSG mampu mempertahankan area support 5.850-5.900, terdapat peluang rebound jangka pendek. Saham yang direkomendasikan antara lain:
- INKP (Indah Kiat Pulp & Paper)
- INTP (Inter Pacific Mandiri)
- ERAA (Erela Energi Akselerant)
Analis lain merekomendasikan saham dari sektor perbankan seperti BBRI hingga komoditas seperti ANTM sebagai pilihan saat indeks masih lemah.
Catatan untuk Investor
Koreksi dalam 2,59% dalam satu hari memang cukup besar, namun dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang dalam fase konsolidasi, pergerakan seperti ini masih dalam batas wajar. Investor jangka panjang tidak perlu panik. Gunakan momen ini untuk mengamati sektor-sektor yang masih fundamental kuat.
Disiplin manajemen risiko tetap prioritas: pasang stop loss, diversifikasi portofolio, dan jangan FOMO saat harga pulih.