Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Tekanan Kapitalisasi Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,99% ke level 5.266,13 pada perdagangan Selasa 27 Oktober 2026, turun 106,96 poin dari hari sebelumnya.

Secara intraday, indeks sempat melemah hingga 3% dan menyentuh level terendah 5.182,368. Volume perdagangan tercatat 364,38 juta lot dengan nilai transaksi Rp17,94 triliun.

Penekan utama datang dari sisi mata uang dan arus dana. Asing tercatat net sell sekitar Rp651,26 miliar, memperkuat tekanan jual yang sudah terlihat sehari sebelumnya. Rupiah melemah ke kisaran 18.115 per dolar AS, membuat investor asing cenderung mengurangi eksposur ke aset berdenominasi rupiah.

Dari struktur pasar, koreksi terbesar terjadi di saham-saham berkapitalisasi besar. Big cap yang biasanya jadi penyangga indeks justru ikut terseret turun, sehingga tidak ada sektor yang benar-benar tangguh menahan tekanan hari itu.

Ironisnya, pasar global justru bergerak berlawanan. Wall Street reli ditopang reli saham berkapitalisasi besar di sektor AI. S&P 500 naik 0,60% ke 7.722,60, Nasdaq melonjak 1,18% ke 26.477,81. Selisih arah ini menyoroti faktor lokal — mata uang dan rotasi dana — sebagai penyebab utama pelemahan Indonesia.

Bagi investor jangka panjang, koreksi harian sebesar ini masih dalam kisaran wajar. Yang perlu dipantau adalah lanjutan arus dana asing dan arah rupiah, bukan reaksi terburu-buru terhadap satu hari merah.



Previous Post
Gemini 4 Carbon & GPT-6.1 Terra: AI Lab Rilis Cepat, Siapa Benci Siapa Suka
Next Post
Black Oktober: PHP2Shell Ancam Web Server Global, 2 Celah Kritis RCE Dibongkar AI