IHSG ditutup melemah 1,22% pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, turun 66,16 poin ke level 5.373,09. Indeks dibuka di 5.442,30, sempat menyentuh 5.453,65 di awal sesi, lalu berbalik turun tajam menjelang pukul 10.00 WIB dan menyentuh titik terendah harian di 5.349,75.
Tekanan jual cukup luas. Dari 542 saham, hanya 174 yang menguat sementara 247 stagnan. Seluruh indeks sektoral di BEI ditutup di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi yang terdalam, koreksi 2,47%, disusul energi (-2,36%) dan teknologi (-2,06%). Nilai transaksi mencapai sekitar Rp12,6 triliun dengan volume 285,61 juta lot.
Secara teknikal, koreksi ini terjadi saat IHSG masih dalam fase rebound di tengah tren turun utama. Penolakan setelah mencapai 5.453 menunjukkan momentum pemulihan belum cukup kuat untuk mendorong indeks naik secara konsisten.
Support jangka pendek penting berada di area 5.335. Selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound ke 5.632 masih terbuka. Namun, jika 5.335 ditembus, risiko pelemahan meningkat. Area Fibonacci Extension di 4.971 menjadi acuan risiko turun lebih jauh.
Rupiah juga ikut melemah bersama IHSG. Indeks LQ45 turun 0,89% ke 542,16, sementara JII terkoreksi 1,01%.
Bagi investor, momen koreksi seperti ini perlu dicermati dengan cermat. Ketidakpastian terkait MSCI dan sentimen pasar global masih menjadi faktor yang perlu diawasi.