Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Melempuh di 6.200, BYAN dan BBCA Tekan Indeks

IHSG menutup perdagangan Rabu (7/10) di zona merah, turun 0,75% atau 46,20 poin ke level 6.200-an. Meski sempat menguat lebih dari 1% di awal sesi, indeks tidak mampu mempertahankan penguatan hingga penutupan. Tekanan jual datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang melemah signifikan.

Kabar hawkish dari FOMC minutes Bank Sentral AS turut membatasi ruang penguatan indeks. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama membuat investor cenderung waspada, terutama di instrumen berisiko seperti saham emerging market.

BYAN (Bayan Resources) menjadi pemberat utama, turun 6,69% dan menekan indeks sebesar 14,78 poin. Pelemahan ini dipicu oleh revisi rencana penjualan saham ke pihak ketiga yang memberi sentimen negatif pada emiten tambang tersebut. Di sisi lain, BBCA (Bank Central Asia) juga turun 0,82% dan menekan IHSG 4,56 poin.

Sementara itu, BBRI justru menguat 0,96% dan memberikan tambahan 4,43 poin terhadap indeks. Nilai transaksi harian melonjak menjadi Rp36,2 triliun, sebagian besar didorong transaksi pasar negosiasi di BYAN.

Untuk sesi Kamis (8/10), analis melihat IHSG berpeluang kembali melesat di atas 6.200. Dua saham yang banyak mendapat rekomendasi adalah AMMN (Aman Mineral) dan GOTO, yang masuk kategori top gainers pada perdagangan sebelumnya. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas akibat sentimen eksternal dari kebijakan moneter AS.



Previous Post
Warlock Ransomware: SharePoint Lama Masih Jadi Pintu Masuk Favorit
Next Post
Gemini 4 Argon: Output 1 Juta Token, Fokus Coding dan Cyber Defense