IHSG tertahan di bawah level 6.000 sejak awal Oktober, dengan volatilitas tinggi akibat sisa tekanan September yang mengoreksi indeks hampir 8%. Pada perdagangan Rabu (7/10), indeks ditutup menguat 0,46%, didorong sektor perbankan dan komoditas yang menunjukkan tanda pemulihan awal.
Analis memproyeksikan penguatan lanjutan ke level 6.100-6.200 dalam dua pekan ke depan. Dua saham yang paling banyak direkomendasikan hari ini adalah AMMN (Aman Mineral) dan BBRI (Bank Rakyat Indonesia), masing-masing dengan potensi kenaikan 8-12% dalam horizon 1-3 bulan. AMMN didukung kenaikan harga nikel global, sementara BBRI mendapat sentimen pemulihan kredit korporasi.
Meskipun harga saham mulai pulih, net sell asing year-to-date masih tercatat di kisaran Rp100 triliun lebih — angka yang menekan likuiditas dan membuat rebound rentan. Analis mengingatkan bahwa penguatan tanpa dukungan aliran dana asing berisiko koreksi cepat.
Bagi investor, strategi yang disarankan tetap konservatif: fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan valuasi masih undervalued. Jangan kejar momentum berlebihan. Level 6.000 masih acting sebagai resistance kuat — tembus level ini secara konsisten baru bisa disebut tren naik.