IHSG tutup 13 Oktober 2026 di 5.925,98, melemah 0,17% dari penutupan sebelumnya. Sempat tertekan ke 5.828,68 di sesi pagi, lalu rebound.
Yang menarik: asing net inflow Rp561 miliar. Indeks merah, uang asing masuk. Ini sinyal akumulasi — mereka beli di area support, bukan jual di puncak.
Sektor properti pimpin penguatan +1,83%. Teknologi jadi perlemah terbesar -0,95%. Saham JPFA, INKP, HRTA lesu. SBMA melesat 29,72% (ARA) setelah pengumuman kerja sama distribusi gas industri Kalimantan.
Secara teknikal, pola Rising Wedge dan Head and Shoulders masih mengindikasikan tekanan bearish, plus MACD negatif. Support terdekat 5.850–5.900. Jika jebol, risiko koreksi lanjutan naik. Resistance di 6.000–6.019.
Untuk investor value seperti kita: 5.850–5.900 adalah zona yang perlu dipantau ketat. Selama support bertahan, posisi tetap aman. Jika jebol, evaluasi ulang — jangan panik jual, tapi siapkan rencana.
Konteks makro: pasar masih mencermati ketegangan geopolitik Iran dan data CPI AS yang akan rilis. Volatilitas wajar di area ini. Jangan kejar saham “Ferrari” cuma karena indeks rebound 0,17%. Discipline tetap: hold core, jangan FOMO.
Sumber: Bisnis.com, Ajaib, InfoBank, 13 Oktober 2026.