Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) merilis data keamanan siber sepanjang 2025: 5,5 miliar aktivitas serangan siber tercatat melanda Indonesia. Angka ini melonjak lebih dari tujuh kali lipat dibanding rata-rata tahunan periode 2020–2024.
Tren Ransomware Berbasis AI
Yang membuat 2025 jadi tahun paling signifikan: lonjakan ransomware yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Peneliti mengidentifikasi peningkatan volume serangan ransomware berbasis AI secara dramatis — serangan ini lebih sulit dideteksi, lebih cepat dalam eksploitasi, dan mampu mempersonalisasi jebakan phishing untuk target spesifik.
Konteks Nasional
Serangan terhadap infrastruktur kritis tidak berhenti. Pada September 2026, serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional menargetkan data kependudukan Dukcapil serta beberapa kementerian, dengan kelompok peretas DarkSide 2.0 menuntut tebusan $50 juta dalam kripto. Serangan ransomware juga melumpuhkan Pusat Data Kementerian Pertahanan pada akhir Oktober 2025, membuat sistem administrasi dan logistik TNI tidak beroperasi selama 72 jam.
Langkah Praktis
Untuk organisasi: pastikan patching rutin, segregrasi jaringan, dan backup yang benar-benar offline. Untuk individu: waspadai phishing yang makin meyakinkan, aktifkan autenticator hardware, dan verifikasi kanal resmi sebelum menyerahkan data sensitif.
29 juta serangan siber diblokir Indonesia sepanjang 2023 — dan angka terus naik.
Sumber: BSSN via detik.com, Strategika.