Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

BI Rate Ditahan 5,75% Tiga Kali Berturut, IHSG Dekati Support 6.220

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Ini adalah pertemuan ketiga berturut-turut sejak Juli 2026 di mana BI menahan suku bunga acuan, setelah sebelumnya menaikkan 100 basis poin kumulatif pada Mei-Juni. Deposit Facility tetap 4,75% dan Lending Facility 6,50%. Delapan dari sebelas lembaga yang disurvei CNBC Indonesia memproyeksikan level ini; tiga lainnya masih menunggu kenaikan 25 basis poin.

Keputusan itu jatuh di tengah IHSG yang sedang menguji area support. Indeks ditutup melemah 0,90 persen ke 6.241,89 pada Jumat (25/9), dengan 558 saham turun, hanya 118 menguat, dan 117 stagnan. BMRI, BBCA, dan BBRI menjadi penopang pelemahan. Di sisi lain, top gainers diisi MBTO, SHID, TRUK, FORU, dan UVCR.

Support: 6.220

BNI Sekuritas memperkirakan indeks masih berisiko terkoreksi apabila gagal kembali menembus level psikologis 6.300. Area support berada di kisaran 6.220-6.280, sementara resistance 6.300-6.330. Penutupan di 6.241,89 berarti pasar duduk dekat zona support tersebut.

Sebelas sektor IDX-IC bergerak seragam ke zona merah, dengan industri turun 2,30 persen sebagai koreksi terdalam, disusul infrastruktur 2,03 persen dan properti 1,34 persen. Nilai transaksi tetap sehat: Rp9,37 triliun dengan volume 26,20 miliar lembar saham dan frekuensi 1,58 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI berada di kisaran Rp11.298,32 triliun.

Investor masih menanti rilis data uang beredar dan aturan baru perdagangan saham. Di luar negeri, pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping di Gedung Putih tentang kecerdasan buatan menjadi variabel tambahan yang perlu dipantau. Yield US Treasury 10 tahun yang melonjak ke 5,11% juga tetap membayangi arus modal masuk.



Previous Post
F5 BIG-IP APM Zero-Day Sudah Dieksploitasi, CISA Kejar Patch
Next Post
Celah Keamanan Kritis di Software Remote Access: Pelajaran dari Vulnerabilitas Terbaru