Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

BEI Gandeng Alpaca, Tunda Batas Harga Saham: Strategi Globalisasi Pasar Modal

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka pekan September dengan sejumlah langkah strategis. BEI dikabarkan menggandeng Alpaca, platform perdagangan berbasis teknologi, untuk menjajaki akses pasar modal lintas negara. Kerja sama ini diharapkan membuka akses investor ritel Indonesia ke saham global, sekaligus memperkuat konektivitas bursa domestik dengan ekosistem keuangan internasional.

Penghapusan Batas Harga Ditunda

Di sisi regulasi, BEI menunda penghapusan batas harga saham Rp50 menjadi Rp1. Keputusan ini diambil untuk memberi waktu pelaku pasar beradaptasi, dengan jadwal baru yang menargetkan implementasi akhir 2026. Penundaan ini sempat memicu beragam respons, namun otoritas bursa menilai kesiapan infrastruktur dan edukasi investor menjadi kunci transisi yang mulus.

Antrean IPO dan Pergerakan IHSG

Gairah pencatatan saham baru juga terus terjaga. Setidaknya tujuh perusahaan mengantre untuk melaksanakan IPO, termasuk sejumlah perusahaan fintech yang didampingi langsung oleh BEI. Hal ini menandakan minat korporasi memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih kuat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

IHSG sendiri bergerak dinamis: sempat menguat 12,64 poin ke level 6.538 pada awal pekan, kemudian melemah 0,57 persen pada perdagangan berikutnya akibat tekanan harga minyak dan koreksi bursa global. Kapitalisasi pasar modal Indonesia tercatat sekitar Rp11.431 triliun.

Kombinasi langkah globalisasi, penataan regulasi, dan antrean IPO menunjukkan pasar modal Indonesia tengah bertransformasi menuju pasar yang lebih modern dan terhubung dengan dunia internasional.



Previous Post
Nvidia Akuisisi Hugging Face Senilai 12,9 Miliar Dolar: Era Baru AI Open Source
Next Post
Serangan Siber ke Boston Scientific: Sektor Medis Jadi Target Utama