Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Agustus 2026: Koreksi 25,87 Persen dan Ketahanan Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia mencatat dinamika berat sepanjang 2026. IHSG terkoreksi 25,87 persen secara year to date hingga awal Agustus, dengan kapitalisasi pasar turun 29,26 persen. OJK menyebut tekanan ini dipicu ketidakpastian tarif, perang dagang global, dan aksi jual asing. Meski demikian, OJK menilai bursa RI tetap tangguh: trading halt dan kebijakan stabilisasi diterapkan untuk meredam volatilitas berlebih.

Guru besar FEB UGM Agus Sartono menilai anjloknya IHSG pada akhir Januari 2026 yang memicu trading halt menjadi alarm krisis kepercayaan pasar modal. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas regulasi dan komunikasi kebijakan agar kepercayaan investor kembali pulih.

Di tengah tekanan, tanda pemulihan mulai terlihat. Pada pekan 18-21 Agustus 2026, BEI mencatat pergerakan yang solid, dengan volume dan nilai transaksi tetap terjaga. Sebelumnya, pembukaan perdagangan awal Agustus sempat mencatat penguatan 36,49 poin (0,59 persen) ke level 6.272,62 — sinyal investor mulai mencari valuasi menarik setelah koreksi dalam.

Kombinasi valuasi murah dan kebijakan stabilisasi membuat pelaku pasar mencermati peluang akumulasi bertahap. Namun volatilitas global tetap menjadi variabel utama yang menentukan arah IHSG hingga akhir tahun.



Previous Post
Agustus 2026: Infrastruktur Kritis Jadi Sasaran Gelombang Serangan Siber
Next Post
Krisis Energi AI: Data Center Makan Listrik Sebesar Negara Kecil