Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

Pasar Modal Indonesia Juli 2026: IHSG Bangkit di Tengah Tekanan Asing

Pasar modal Indonesia memasuki Juli 2026 dengan momentum positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,28% ke level 5.875,78 pada Jumat, 3 Juli 2026, dengan seluruh 11 sektor saham mencatat penguatan. Tren ini berlanjut sepanjang pekan pertama Juli, sejalan dengan pola historis di mana IHSG selalu mencatat pertumbuhan positif di bulan Juli dalam satu dekade terakhir.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tekanan di pasar modal mulai mereda pada awal Juli. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp22,23 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengonfirmasi bahwa resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.

Meski demikian, arus modal asing masih menunjukkan tekanan. Sepanjang periode berjalan, investor asing membukukan net sell di pasar saham senilai Rp19,63 triliun. Aksi jual asing ini dipicu oleh volatilitas pasar keuangan global dan penyesuaian portofolio investor menyusul kebijakan moneter ketat di negara maju.

Dari sisi penawaran umum, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan baru tercatat (IPO) hingga 10 Juli 2026, dengan total emiten mencapai 963 perusahaan. BEI menargetkan 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030, didorong oleh meningkatnya jumlah investor ritel dan literasi pasar modal di kalangan masyarakat.

Ke depan, sentimen positif dari data ekonomi domestik dan siklus kebijakan moneter global menjadi kunci pemulihan berkelanjutan pasar modal Indonesia. Investor disarankan mencermati saham-saham sektor konsumen dan infrastruktur yang cenderung resilient di tengah volatilitas.



Previous Post
Anthropic Lampaui OpenAI: Pergeseran Besar di Puncak Industri AI
Next Post
SonicWall Zero-Day dan Siswa Pinrang: Dua Sisi Keamanan Siber Juli 2026