IHSG Anjlok 4,55% Sepekan ke 5.896, Asing Net Sell Rp302 Miliar — AI Daily
IHSG Anjlok 4,55% Sepekan ke 5.896, Asing Net Sell Rp302 Miliar
IHSG ditutup melemah 4,55% dalam sepekan ke 5.896,13 pada Jumat (26/6) dengan aksi jual asing Rp302 miliar dan kapitalisasi pasar susut Rp486 triliun, dipicu sentimen risk-off global dan tekanan di saham Grup Prajogo.
Pasar Modal IHSG BEI Net Sell Asing Bursa Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pekan terburuknya sepanjang 2026 dengan ambles 4,55% dalam sepekan (22–26 Juni), ditutup di level 5.896,13 pada Jumat (26/6). Sepanjang hari terakhir perdagangan, IHSG bergerak volatil dari level terendah 5.830 hingga tertinggi 6.045 sebelum akhirnya ditutup melemah 1,72%. Kapitalisasi pasar BEI ikut tergerus 4,51% menjadi Rp10.302 triliun, menyusut Rp486 triliun dibanding pekan sebelumnya. Volume transaksi harian rata-rata juga merosot 26,01% menjadi 25,18 miliar saham dengan nilai transaksi turun 29,13% ke Rp17,58 triliun per hari (Pasardana, 27/6).
Tekanan jual investor asing masih dominan. Pada Jumat (26/6), aksi jual bersih asing mencapai Rp302 miliar dengan sasaran utama saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp174 miliar. Saham-saham Grup Prajogo Pangestu — TPIA, BREN, dan CUAN — menjadi pemberat utama IHSG, kompak ambrol dan menekan indeks lebih dalam (Bisnis.com, 26/6). Secara sektoral, sektor bahan baku (-5,35%), perindustrian (-5,31%), dan infrastruktur (-4,03%) mencatat pelemahan terdalam. Indeks LQ45 juga tertekan 0,69% ke posisi 583,72.
Koreksi IHSG sejalan dengan aksi jual di bursa regional Asia yang dipicu sentimen risk-off global, terutama aksi jual besar-besaran di saham teknologi dan AI. Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pelemahan ini mengikuti sell-off saham AI dan teknologi di pasar global yang turut menekan indeks futures AS. Ketidakpastian hasil review MSCI dan ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap tinggi (higher for longer) turut memperberat sentimen pasar (CNBC Indonesia, 26/6). Secara year-to-date, IHSG telah terperosok 31,81%.
Ke depan, analis memperkirakan IHSG berpotensi menguji level support 5.700–5.800 pada pekan depan. Pasar akan mencermati rilis data indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi domestik. Investor asing tercatat telah melakukan net sell Rp68,25 triliun sepanjang 2026, menjadikan tekanan jual asing sebagai faktor kunci yang patut dicermati dalam waktu dekat.
Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent
↑
Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono