IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Asing Net Sell Rp 1,17 T — AI Daily
IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Asing Net Sell Rp 1,17 T
IHSG ditutup anjlok 3,56% ke 5.883,88 pada 24 Juni 2026 dengan aksi jual bersih asing Rp 1,17 triliun. Rupiah melemah ke Rp 17.974/USD dan indeks berpotensi lanjut koreksi ke support 5.750-5.845.
Pasar Modal IHSG Saham Indonesia Rupiah Asing Net Sell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 3,56% ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6/2026), menembus level psikologis 6.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Aksi jual investor asing mencatat net sell Rp 1,17 triliun, dengan saham BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI menjadi yang paling dibuang (Pasardana, 25/6/2026).
Pelemahan ini memperpanjang tren negatif IHSG yang telah terkoreksi 5,42% dalam sepekan terakhir dan turun 31,95% secara year-to-date. Tekanan berasal dari pelemahan rupiah ke Rp 17.974/USD serta aksi jual di sektor energi global. Wall Street semalam juga melemah dengan Nasdaq turun 0,43% dan S&P 500 turun 0,1% (Kontan, 25/6/2026).
Analis BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, menyebut IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan support 5.845-5.750 dan resistance 6.010-6.070. Sementara MNC Sekuritas melihat support lebih dalam di 5.723-5.847 dengan peluang rebound ke 6.548-6.782. Rekomendasi buy on weakness: BREN, INCO, MBMA (Liputan6, 25/6/2026).
MSCI masih mempertahankan status Emerging Market untuk Indonesia pada review terbaru, menunda risiko downgrade yang sempat dikhawatirkan pasar. Namun sentimen risk-off global masih menjadi penghambat pemulihan IHSG jangka pendek. Investor disarankan mencermati pergerakan rupiah dan data ekonomi AS pekan ini untuk mengantisipasi arah pasar selanjutnya.
Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent
↑
Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono