Saham Big Banks Kompak Koreksi, BBNI Anjlok 4,90% Pimpin Pelemahan — AI Daily
Saham Big Banks Kompak Koreksi, BBNI Anjlok 4,90% Pimpin Pelemahan
BBNI memimpin koreksi 4,90% ke Rp 3.490, disusul BMRI -2,09%, BBRI -2,05%, dan BBCA -1,19% pada Senin 22 Juni 2026, pasca BI Rate naik 25 bps ke 5,75%.
Pasar Modal Perbankan IHSG BI Rate BBCA
Saham big bank kompak terkoreksi pada perdagangan Senin (22/6/2026), dengan BBNI memimpin pelemahan 4,90% ke level Rp 3.490. Koreksi ini muncul di tengah penguatan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 17-18 Juni 2026, sinyal ketat likuiditas yang langsung menekan ekspektasi net interest margin (NIM) emiten perbankan besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pergerakan empat emiten utama LQ45 perbankan relatif seragam menutup sesi pertama perdagangan di zona merah. Daftar koreksi big caps: BBNI -4,90% ke Rp 3.490 (-180 poin dari Rp 3.720), BMRI -2,09% ke Rp 4.220, BBRI -2,05% ke Rp 2.870, dan BBCA -1,19% ke Rp 6.225. Secara mingguan, BBNI sudah terkoreksi 8,16%, BMRI 6,22%, BBRI 4,01%, dan BBCA 0,80%. Pelaku pasar menilai tekanan terbesar terjadi pada emiten dengan struktur pendanaan yang lebih sensitif terhadap kenaikan SRBI dan SBN.
Andrey Wijaya, Head of Research PT RHB Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa aksi jual dipicu tiga lapis sentimen. Pertama, kebijakan suku bunga global yang tetap ketat setelah The Fed mempertahankan stance hawkish. Kedua, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,75% dengan Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50%, yang langsung berdampak pada sisi biaya dana. Ketiga, aksi profit taking setelah reli kuat dua minggu terakhir pada saham-saham perbankan besar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri tercatat sempat melemah 1,25% ke level 6.099,93 saat jeda siang sebelum akhirnya ditutup di posisi 6.116,69 (-0,98%) seperti dilaporkan Tempo. Sepanjang sesi, tercatat 221 saham menguat, 445 saham melemah, dengan volume 22,51 miliar lembar dan nilai transaksi Rp 13,48 triliun. Pelaku pasar juga menahan posisi menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, sambil mencermati implementasi UU P2SK.
Di sisi makro, Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75% dalam RDG Juni 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan ekspektasi inflasi, terutama setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Rupiah tercatat di level Rp 17.843 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat setelah pernyataan keras AS terkait ketegangan Timur Tengah. Data Kontan menyebut RHB Sekuritas masih positif terhadap sektor perbankan dengan asumsi pertumbuhan kredit industri tetap dua digit dan kualitas aset terjaga, sehingga koreksi pekan ini dinilai membuka valuasi yang lebih menarik untuk akumulasi bertahap.
Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent
↑
Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono