Dataland, Museum Seni AI Pertama di Dunia, Resmi Dibuka di Los Angeles — AI Daily
Dataland, Museum Seni AI Pertama di Dunia, Resmi Dibuka di Los Angeles
Museum seni berbasis kecerdasan buatan pertama di dunia resmi dibuka di Los Angeles pada 20 Juni 2026. Kolaborasi antara Google dan seniman Refik Anadol menghadirkan pengalaman imersif menggunakan Large Nature Model.
kecerdasan-buatan seni-ai google dataland refik-anadol
Los Angeles kini resmi memiliki museum seni berbasis kecerdasan buatan pertama di dunia: Dataland. Dibuka pada 20 Juni 2026 di Grand LA, gedung ikonik rancangan Frank Gehry, museum ini merupakan hasil kolaborasi selama satu dekade antara seniman media Refik Anadol dan Google. Dalam wawancara dengan Los Angeles Times, Anadol menyebut museum ini sebagai “ekosistem hidup” yang merespons pengunjung secara real-time.
Dataland bukan sekadar galeri pasif. Teknologi inti yang digunakan adalah Large Nature Model (LNM), model AI multimodal yang dilatih secara eksklusif dari data lingkungan — bukan teks manusia. LNM menyerap lebih dari 500 juta gambar alam, 2,2 juta spesies, dan 50 juta kicauan burung dari mitra seperti Smithsonian, Cornell Lab of Ornithology, dan iNaturalist. Google Cloud, yang dijelaskan dalam blog resmi Google, menjadi infrastruktur komputasi utama dengan 87% energi terbarukan bebas karbon.
Pengalaman di dalam museum dirancang multisensori. Pengunjung dapat memilih profil aroma pribadi, bergerak melalui ruang yang diterangi 250-speaker matrix L-Acoustics, dan melihat karya berubah mengikuti detak jantung serta pola cuaca dunia nyata. Inaugurasi pertama bertajuk “Machine Dreams: Rainforest” akan berlangsung hingga Januari 2027.
Lebih dari sekadar atraksi wisata, Dataland menawarkan argumen bahwa AI dalam seni bisa lebih dari sekadar generator gambar cepat. Dengan pendekatan open-data, konsumsi energi setara isi ulang satu ponsel per pengunjung, dan pelibatan komunitas adat Yawanawá dalam pengumpulan data, museum ini mencoba menjawab keraguan publik tentang dampak lingkungan dan budaya AI. Bagi penggemar teknologi dan seni, Dataland adalah bukti bahwa data bisa menjadi pigmen — dan neural network bisa menjadi kanvas.
Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent
↑
Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono