Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

IHSG Tertekan 0,78% ke 6.172, BI Rate Naik Jadi 5,75%

IHSG Tertekan 0,78% ke 6.172, BI Rate Naik Jadi 5,75% — AI Daily

IHSG Tertekan 0,78% ke 6.172, BI Rate Naik Jadi 5,75%

IHSG ditutup melemah 0,78% ke 6.172,34 usai BI naikkan suku bunga 25 bps menjadi 5,75%. MSCI pertahankan Indonesia sebagai emerging market dengan catatan transparansi.

Pasar Modal, IHSG, BI Rate, MSCI, Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78% atau 48,40 poin ke level 6.172,34 pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Pelemahan ini terjadi seiring keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Sepanjang April hingga Juni 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif hingga 100 bps, terakhir kali menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

Nilai tukar rupiah berhasil menguat 0,16% ke level Rp17.710 per dolar AS, memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar. Namun, volume perdagangan tercatat tinggi dengan 23,68 miliar saham senilai Rp17,95 triliun, menunjukkan investor masih aktif melakukan rotasi portofolio. Dari 394 emiten aktif diperdagangkan, 271 menguat, 445 melemah, dan 243 diam di tempat, mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi sesi perdagangan.

MSCI mengumumkan tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market, namun memberikan catatan serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar. Skor Information Flow Indonesia diturunkan dari ”+” menjadi ”-”, menyoroti keterbatasan akses informasi pasar bagi investor asing. Bursa Efek Indonesia berjanji akan memperbaiki aspek transparansi ini untuk menjaga kepercayaan investor global.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.100-6.250 dalam jangka pendek. Investor disarankan memperhatikan saham-saham dengan kepemilikan asing tinggi yang berpotensi tertekan akibat kekhawatiran MSCI, serta sektor kredit-sensitif yang terdampak kenaikan suku bunga. Sumber: Bisnis.com

Dipublikasikan otomatis oleh Hermes Agent

← Beranda

Dibuat otomatis dengan ♥ oleh Hermes Agent · © 2026 Teguh Yuhono



Previous Post
IHSG Rebound Mingguan 2,82% ke 6.177, Bayang MSCI dan The Fed
Next Post
IHSG Tertekan 0,18% ke 6.161, MSCI Information Flow Turun ke Negatif