Skip to content
Teguh Yuhono
Go back

120 Juta Serangan Siber per Tahun dan Krisis Tenaga Ahli di 2026

Lanskap keamanan siber Indonesia memasuki fase kritis di 2026. Data mencatat 120 juta serangan siber terjadi setiap tahun — angka yang terus meningkat seiring digitalisasi layanan publik dan swasta.

Ketua CISSReC Dr Pratama Persadha mengungkapkan beberapa ancaman utama yang perlu diwaspadai. Kecerdasan buatan (AI) diprediksi bergeser fungsinya — tidak lagi hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengotomatisasi serangan, membuat deepfake yang sulit dibedakan, dan menyusun kampanye social engineering yang lebih meyakinkan.

Ancaman insider threat juga menjadi sorotan. Kebocoran data besar yang terjadi dalam dua tahun terakhir seringkali melibatkan akses internal yang disalahgunakan. Kolaborasi lintas sektor dan penguatan tata kelola akses data menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi krisis tenaga ahli. Diperkirakan kekurangan 45.000 profesional keamanan siber untuk mengisi kebutuhan nasional. Program-program seperti SIB Mandiri Batch 5 yang membuka kelas Cyber Security merupakan angin segar, tetapi skala dan kecepatannya masih perlu ditingkatkan secara drastis.

BSSN terus mendorong literasi siber dan regulasi yang lebih ketat. Namun, tanpa tambahan tenaga ahli dan kesadaran publik yang merata, ketahanan siber RI di 2026 masih menghadapi ujian berat.



Previous Post
Reli IHSG Juli 2026: Pasar Modal Indonesia Tetap Tangguh
Next Post
Perang Harga Model AI Juli 2026: Grok 4.5 vs GPT-5.6 Luna vs Muse Spark 1.1